perjalanan dimulai di pagi hari. rencana berangkat jam stg 8, tapi sampai jarum pendek tepat mengarah ke angka 8 pun, kereta tak kunjung bergerak. entah lebih berapa menit akhirnya kereta berangkat juga. diambil dari legenda rakyat setempat, kereta milik Daops IX Jember ini rela mengantar dengan tarif 35 ribu saja untuk jarak terjauh. dulu sekali aku pernah membaca tentang sri tanjung di suatu majalah berbahasa jawa. ada seorang patih yang memperistri perempuan cantik bernama sri tanjung. sang raja melihat kehidupan bahagia patih dan istrinya merasa iri. ia menghasut patih. patih terbawa. membuatnya menikam si istri hingga tewas. ketika pisau si patih menyentuh tubuh sri tanjung tercium bau harum tanda sang istri tidak seperti yang dikira patih. meski sudah terlambat. dari legenda ini konon nama banyuwangi tercuat.
rame. kami berdelapan belas. rekor terbanyak buatku untuk suatu rombongan backpacker. orang-orang yang tidak pernah kenal sebelumnya. seperti banyak yang lain, internet mempertemukan kami. ada salah satu anggota rombongan berucap kereta akan sampai sekitar jam 10-an malam. jadilah itu harapan bagi kami untuk bertahan di kereta ekonomi yang penuh sesak hari itu. harapan berjalan2 di kereta yang selalu kulakukan bila kaki pegal atau sekedar mencari angin di sambungan gerbong kandas. bahkan di hampir2 akhir perjalanan, kehausan mendera seluruh rombongan. inilah akibatnya bila saling mengandalkan. ada yang memang mempersiapkan minuman, ada yang dengan seenaknya minta teman. alhasil bekal air cepat habis. ditambah saat itu sudah larut. pedagang keliling sudah tidak nampak. cobaan pertama kami…..
sampai di banyuwangi ternyata jam setengah 1. salah informasi, atau salah hitung kami. lelah. haus tidak kepalang. sedikit terobati perasaan menderita kami karena akhirnya kaki ini bisa menginjak tanah. hanya kiasan tentu saja. masing2 memakai alas kaki dan tanah sudah dibatasi oleh lantai semen dan aspal.
kami keluar stasiun. berbaris seperti semut membawa makanan. berjalan lurus ke depan. lalu belok kanan. terus saja dan voila, pelabuhan sudah di depan mata. di pagi buta ia lebih terlihat karena lampu-lampunya berpendar di kejauhan. cukup bayar 5.700 rupiah saja kawan dan kau bisa menikmati perjalanan laut selama 45 menit.
hatiku sedikit berdebar, ini perjalanan pertamaku melewati laut! ah, 25 tahun hidupku dan aku hanya menikmati jawa melulu. berkenalan dengan laut seperti diajak goyang dangdut tak henti-henti. bukan yang menghentak seperti inul daratista atau uut permatasari. laut seperti iis dahlia atau ike nurjanah. bergoyang pelan….pelan….namun berkesan. bahkan sesudah turun dari kapal pun masih bisa kurasakan efek goyangannya ^ ^;
menjejakkan kaki di bali, datanglah cobaan yang ke-2. pemeriksaan KTP. 3 dari anggota rombongan tidak lolos. 1 ber-KTP yang sudah mati, 2 tidak membawa. ah….setelah 17 jam perjalanan kereta yang melelahkan, 1 jam di laut yang sedikit memabukkan, apakah kami akan berakhir di sini. di pelabuhan gilimanuk, tempat pemeriksaan KTP? terkatung-katung kami menunggu di luar pos, sementara matahari sedikit demi sedikit mulai muncul. lelah, lapar, tegang.
bersambung.